Lompat ke konten

Apa Bedanya copywriter dan content writer? Klik, Kepercayaan, dan Hasil Kerjanya

Meja kerja dengan laptop dan catatan untuk menyusun materi pemasaran dan artikel

“Good content isn’t about good storytelling. It’s about telling a true story well.” — Ann Handley, penulis Everybody Writes.

Kamu lagi buka lowongan kerja, lalu menemukan posisi copywriter dan content writer dengan tugas yang mirip-mirip; memahami perbedaan copywriter dan content writer bisa membantu kamu memilih jalur karier yang lebih cocok.

Keduanya sama-sama menulis untuk brand, membaca brief, dan mengolah informasi, tetapi tujuan akhirnya gak selalu sama.

“Berarti copywriter cuma bikin iklan pendek, sementara content writer menulis artikel panjang?” mungkin itu yang langsung terlintas di pikiranmu.

Jawabannya: gak sesederhana panjang tulisan, hehe.

 

Perbedaan Copywriter Dan Content Writer Ada Di Tujuannya

Copywriter menulis untuk mendorong tindakan yang jelas, seperti membeli produk, mendaftar webinar, mengunduh aplikasi, atau mengirim pesan ke tim penjualan.

Content writer membuat materi yang membantu pembaca memahami topik, menemukan jawaban, dan membangun kepercayaan terhadap brand.

Singkatnya, copywriter sering mengejar tindakan berikutnya, sedangkan content writer membangun alasan supaya pembaca merasa tindakan itu layak dilakukan.

Contohnya, sebuah merek skincare meluncurkan serum untuk kulit berjerawat.

Content writer bisa menyusun artikel tentang cara memilih serum, kandungan yang perlu diperhatikan, dan rutinitas pemakaian yang aman.

Copywriter bisa membuat teks halaman produk yang menjelaskan manfaat serum, menjawab keraguan calon pembeli, lalu mengarahkan mereka untuk checkout.

Namun, content writer juga bisa menulis konten yang mengarahkan pembaca ke produk, sementara copywriter bisa menulis email panjang untuk menjual produk bernilai tinggi.

Tujuan dan konteksnya lebih penting daripada jumlah kata.

 

Dari Satu Produk, Dua Pekerjaan Yang Berbeda

Paket kopi dan cangkir di meja kerja sebagai contoh satu produk untuk dua jenis tulisan
Satu produk bisa membutuhkan konten edukatif dan copy yang mendorong pembelian.

Bayangkan sebuah kedai kopi baru menawarkan paket berlangganan dengan harga Rp150.000 per bulan.

Tim pemasaran ingin dikenal sebagai pilihan praktis buat pekerja kantoran, sekaligus mendapat pelanggan yang mau berlangganan.

 

Content Writer Membangun Pemahaman

Content writer bisa membuat artikel seperti cara memilih kopi untuk diminum saat bekerja atau panduan menyimpan biji kopi agar rasanya tetap enak.

Artikel itu menjawab pertanyaan yang mungkin dicari pembaca sebelum mereka mengenal paket berlangganan kedai tersebut.

Di dalamnya, penulis dapat menjelaskan opsi kopi, rutinitas penyeduhan, dan alasan paket berlangganan bisa memudahkan orang yang sibuk.

Ukuran keberhasilannya bisa berupa jumlah pembaca dari pencarian, waktu baca, pembaca yang membuka halaman produk, atau orang yang kembali mengunjungi situs.

 

Copywriter Mendorong Tindakan

Copywriter bisa menulis iklan dengan pembuka yang menarik perhatian pekerja kantoran, deskripsi paket, penawaran khusus, dan tombol berlangganan.

Ia juga bisa merancang rangkaian email untuk orang yang udah melihat paket, tetapi belum menyelesaikan pembayaran.

Ukuran hasilnya bisa berupa klik ke halaman pembayaran, jumlah pendaftar, pembelian, atau biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan satu pelanggan.

Misalnya, bila 1.000 orang mengunjungi halaman paket dan 30 orang membeli, tingkat konversinya 3 persen.

Angka itu hanya contoh sederhana, bukan patokan universal, karena harga, audiens, produk, dan kualitas halaman bisa membuat hasilnya berbeda.

 

Output Copywriter Dan Content Writer Gak Selalu Sama

Perangkat kerja penulis konten dan copywriter di meja kantor
Jenis output bisa tumpang tindih, tergantung kebutuhan dan ukuran tim.

Daftar tugas di lowongan bisa berubah-ubah, tetapi beberapa jenis output biasanya lebih sering muncul di masing-masing jalur.

  • Copywriter: iklan, headline, landing page, halaman produk, email promosi, skrip video, slogan, dan teks tombol.
  • Content writer: artikel blog, panduan, studi kasus, newsletter edukatif, naskah video informatif, dan materi pendukung SEO.

Daftar itu bukan batas kaku karena satu brand bisa meminta seorang penulis mengerjakan keduanya.

Perusahaan kecil, misalnya, mungkin mencari penulis yang bisa membuat artikel edukasi sekaligus caption promosi.

Di perusahaan yang timnya lebih besar, tugas bisa dibagi dengan lebih spesifik antara tim konten, copywriting, SEO, dan pemasaran.

Jadi, jangan menilai pekerjaan hanya dari nama posisi; cek siapa audiensnya, masalah yang mau diselesaikan, dan hasil yang diharapkan.

 

Proses Kerjanya Mirip, Tapi Pertanyaannya Berbeda

Keduanya perlu memahami brief, mengenali audiens, mengumpulkan informasi, menyusun draf, lalu merevisi tulisan berdasarkan masukan atau data.

Perbedaannya terasa dari pertanyaan yang memandu proses menulis.

  • Copywriter bertanya, “Apa yang bikin orang ragu untuk bertindak, dan pesan apa yang bisa menjawab keraguan itu?”
  • Content writer bertanya, “Apa yang ingin diketahui pembaca, dan bagaimana menjelaskannya dengan jelas serta berguna?”

Copywriter sering perlu menggali keunggulan produk, bukti pendukung, keberatan calon pembeli, dan tindakan yang ingin diminta dari mereka.

Content writer sering perlu memeriksa maksud pencarian, akurasi informasi, struktur pembahasan, dan sumber yang bisa dipercaya.

Namun, keduanya tetap harus melakukan riset dan menulis dengan bahasa yang sesuai dengan pembaca.

Seperti dijelaskan Ann Handley dalam Everybody Writes, tulisan yang baik bukan sekadar cerita yang menarik, tetapi juga cerita yang disampaikan dengan benar.

Kalau kamu ingin melihat bekal kerja yang mendukung proses tersebut, baca juga panduan membaca brief sampai mengolah revisi.

 

Skill Yang Tumpang Tindih Dan Yang Perlu Dilatih

Penulis berlatih menyusun artikel dan materi promosi di meja kerja
Latihan menulis dua format bisa membantu kamu melihat kecenderungan dan skill yang perlu diasah.

Kedua profesi membutuhkan kemampuan menyusun ide, memahami audiens, memilih kata, menerima revisi, dan bekerja dengan tenggat waktu.

Content writer biasanya perlu menguatkan riset, struktur artikel, wawancara narasumber, pemahaman SEO, dan kemampuan menjelaskan topik rumit dengan sederhana.

Copywriter biasanya perlu melatih kemampuan merumuskan manfaat, membuat pesan persuasif, menyusun ajakan bertindak, dan mengevaluasi performa tulisan.

Kalau kamu baru mulai, coba tulis dua materi untuk produk yang sama.

  1. Pilih satu produk yang kamu kenal, misalnya kopi botolan, kelas daring, atau aplikasi pencatat keuangan.
  2. Tulis artikel 500 kata yang menjawab satu pertanyaan calon pengguna tanpa langsung memaksa mereka membeli.
  3. Buat satu landing page singkat yang menjelaskan manfaat, menjawab dua keberatan, dan mengajak pembaca mengambil tindakan.
  4. Bandingkan bagian mana yang paling kamu nikmati: menjelaskan topik, merangkai argumen, atau mengajak pembaca bertindak.

Latihan ini memberi petunjuk awal tentang kecenderunganmu, meski belum menentukan pilihan karier untuk selamanya.

Kamu juga bisa mencoba latihan menulis copy untuk pemula sebelum membangun portofolio.

 

Memilih Jalur Karier Tanpa Mengunci Diri

Pilih content writing kalau kamu senang menggali topik, menyusun penjelasan, dan membantu orang memahami sesuatu secara bertahap.

Pilih copywriting kalau kamu tertarik memahami alasan orang mengambil keputusan dan merangkai pesan yang mendorong tindakan.

Kalau dua-duanya terdengar menarik, mulai dari proyek yang menggabungkan konten edukatif dan materi promosi, lalu catat jenis tugas yang paling membuatmu berkembang.

Untuk kamu yang ingin memperdalam praktik copywriting secara terarah, Certified Impactful Copywriter bisa jadi salah satu opsi belajar, termasuk jika kamu sedang mencari Sertifikasi Copywriter BNSP atau Sertifikasi Copywriter Online.

Sebelum memutuskan, cek kurikulum, metode belajar, dan kecocokannya dengan target kariermu supaya pilihan sertifikasi terasa relevan, bukan sekadar menambah baris di CV.

Kalau besok kamu diminta memilih satu proyek—menjelaskan topik sampai pembaca paham atau menyusun pesan sampai mereka berani bertindak—pekerjaan mana yang paling ingin kamu kerjakan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *